Di sepinya malam aku sendiri
pikiran terpaku menerawang menjelajah angkasa
Ingin rasanya kubuka semua tabir gelap ini
Sehingga bisa kunikmati indahnya rembulan
Beserta gemerlapnya selaksa bintang
Semilir angin berhembus perlahan-lahan
Seolah tak ingin mengusikku dari lamunan
Pucuk-pucuk daun menari penuh kemesraan
Seakan tiada bosan untuk selalu menghibur
Semua gundah dan keresahan hatiku
Ketika malam semakin larut
Aku sadari akan kesendirianku
Semuanya memang penuh ketidakpastian
Kecuali…. Bisa kunikmati sisa hidup ini
Dengan cinta dan kasih sayang
Dimana semuanya serba tulus
Dimana semuanya serba ikhlas
Dimana semuanya penuh kerelaan
Tanpa pamrih dan pengharapan
Hampa
Senin, 26 Juli 2010
PERJALANAN
Saat hujan semakin derasnya
kutelusuri jalan selangkah demi selangkah
Kuraba baju ini yang sudah basah kuyup
serasa dingin udara menusuk
sebentar kutoleh kebelakang
Terlihat jelas roda sejarah terbentang
Angin yang kencang
Percikan hujan yang damai
Halilintar yang menggelegar
Semuanya adalah terpaan kehidupan
Aku berharap reda kan tiba
Terang kan menjelma
Menjadikan hidup ini penuh makna
kutelusuri jalan selangkah demi selangkah
Kuraba baju ini yang sudah basah kuyup
serasa dingin udara menusuk
sebentar kutoleh kebelakang
Terlihat jelas roda sejarah terbentang
Angin yang kencang
Percikan hujan yang damai
Halilintar yang menggelegar
Semuanya adalah terpaan kehidupan
Aku berharap reda kan tiba
Terang kan menjelma
Menjadikan hidup ini penuh makna
Langganan:
Postingan (Atom)